INILAH.COM, Jakarta - Partai NasDem resmi menjadi peserta Pemilu
2014. Partai yang dibesut eksponen Partai Golkar ini dalam berbagai
riset politik berhasil menyodok. Akankah menggerus suara Partai Golkar?
Tokoh
penting di Partai NasDem seperti Surya Paloh, dulu dikenal sebagai
Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar era kepemimpinan Jusuf Kalla. Dalam
Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar Oktober 2004, Surya Paloh juga
maju dalam kontestasi merebut kursi Ketua Umum Partai Golkar. Ia harus
rela tersungkur oleh pesaing terdekatnya Aburizal Bakrie.
Di
Golkar, jaringan, kolega dan pendukung Surya Paloh tidaklah sedikit. Ia
bukan kader biasa di Partai Beringin itu. Kini, Pemilu 2014, Surya Paloh
tidak lagi berada di Partai Golkar. Namun bos Media Group itu kini
menggawangi Partai NasDem.
Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi
Santoso mengungkapkan, partainya sama sekali tidak menganggap Partai
NasDem menjadi ancaman khusus bagi Partai Golkar. Dia tidak menampik
bila tokoh kunci Partai NasDem pernah menjadi kader inti Partai Golkar.
"Konfigurasi kepemimpinan di Partai NasDem banyak juga dari partai
lain," kelit Priyo di gedung DPR Kompleks Parlemen Senayan Jakarta,
Selasa (15/1/2013).
Lebih lanjut Priyo menegaskan ceruk suara
Partai Golkar tidak akan diambil oleh Partai NasDem. Ia beralasan warna
dan logo Partai Golkar berbeda dengan Partai NasDem. "Kami tidak merasa
ceruk Partai Golkar akan diambil oleh Partai NasDem. Kami juga tidak
memandang enteng Partai NasDem, tapi juga tidak pernah merasa khawatir,"
papar Priyo.
Sementara dihubungi terpisah Ketua DPP Partai NasDem
Ferry Mursyidan Baldan yang juga bekas politikus Partai Golkar mengaku
tidak tahu apakah Partai NasDem akan mengambil ceruk suara partai lain
seperti Partai Golkar. "Yang pasti, yang kita sasar pemilih yang belum
menentukan pilihannya yang jumlahnya cukup besar sebagaimana temuan
hasil survei," kata Ferry kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa
(15/1/2013).
Ferry menegaskan pihaknya tidak bisa memastikan dan
tidak mengetahui pemilih yang dalam Pemilu 2009 memilih partai A dan
dalam Pemilu 2014 pindah ke partai B. "Jadi tidak bisa dikatakan kita
ambil ceruk suara partai A, itu belum tentu," tegas Ferry.
Terkait
sejumlah elit Partai NasDem yang sebelumnya merupakan kader inti Partai
Golkar, lagi-lagi Ferry tidak bisa memastikan apakah orang yang
pihaknya kenal akan memilih Partai NasDem. “Sangat susah identifikasi
suara ini pindah ke A atau ke B, kita tidak tahu. Identifikasi pemilih
sangat ditentukan oleh caleg yang diusung," tandas Ferry.
Lolosnya
Partai NasDem sebagai partai yang lolos sebagai peserta Pemilu 2014
menambah dinamika dan kontetasi politik menjadi menarik. Terlebih,
beberapa tokoh kunci Partai NasDem sebelumnya merupakan kader Partai
Golkar. Perebutan basis suara Partai Golkar tampaknya sulit dielakkan.
Bagaimanapun, Surya Paloh dan eliit Partai NasDem yang berlatar belakang
Partai Golkar memiliki pengaruh kuat di Partai Golkar. [mdr]
Sumber: http://nasional.inilah.com/read/detail/1947748/partai-nasdem-gerus-suara-golkar#.UPjBb1I1Vkg