Menang dan Kalahnya Politik Pencitraan, Belajar dari Mundurnya Elit Partai NasDem

Kelompok opinian leader paham betul siapa tokoh – tokoh yang ada di partai dan ormas NasDem. Meski sering mengkritik cara SBY membangun pencitraan dan popularitas lewat media, tokoh –tokoh NasDem pun melakukan hal yang sama lewat jaringan media MNC grup dan Media Grup. Hasilnya parpol ini populer
dan lolos tahap verifikasi dari KPU dan menjadi satu – satunya parpol baru peserta pemilu meskipun isinya juga tokoh – tokoh politik dari parpol yang tidak lolos di KPU atau tokoh – tokoh yang lompat dari partainya terdahulu seperti dari Golkar dan PMB
Apa jadinya jika 2 pentolan NasDem ini keluar, sebut saja HT yang membangun pencitraan partai lewat jejaring medianya (mnc grup) juga turut mendanai aktifitasnya beserta dengan AR yang dengan eks jaringan Partainya dulu mampu meloloskan NasDem menjadi parpol baru dengan tingkat popularitas yang tinggi, hampir mirip dengan lahirnya Gerakan Indonesia Rayanya Prabowo S
Setelah ini NasDem mau jualan apa?
Tidak tepat juga jika dikatakan 2 elit NasDem ini hengkang kemudian NasDem akan hancur. Figur di NasDem masih banyak selain SP, ada politisi muda lainnya seperti JG, FMB dan lainnya yang punya basis massa dan suara, belum lagi jaringan purnawirawan TNI yang belakangan masuk ke NasDem
Soal perpecahan saya kira disetiap partai juga akan mengalami dinamika yang sama dengan NasDem, Golkar adalah partai paling sering jadi korban munculnya partai politik baru
Kedepan NasDem sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir, isu ini kan cuma mentok ditingkat elit saja, NasDem bisa berbenah kembali, potensi partai pendatang baru, partai nasionalis dan partai dengan nomor urut 1 jika dikelola dengan baik bisa meloloskan calon – calon legislatif NasDem ke parlemen di senayan. Soal capres tentu dinamikanya akan berbeda, intinya adalah NasDem bukan partai baru kemarin sore, NasDem itu kumpulan elit parpol yang punya kepentingan yang sama, jika kepentingannya beda tentu bisa mundur bareng dengan HT dan AR dan itu sah – sah saja di politik
NasDem besar karena pencitraan di media, jika ini terus dipopulerkan meski lewat jaringan medianya SP tentu hasilnya tidak akan mengecewakan juga. Bisa saja ada upaya pihak – pihak yang tidak sekepentingan dengan SP mau mencitrakan NasDem buruk lewat media dan itu sah – sah saja, karena memang medialah yang paling berperan selama ini. INILAH BENTUK MENANG DAN KALAHNYA POLITIK PENCITRAAN PARPOL DI MEDIA MASSA

Sumber: http://politik.kompasiana.com/2013/01/21/menang-dan-kalahnya-politik-pencitraan-belajar-dari-mundurnya-elit-partai-nasdem--527453.html